Dimana Koperasi Yang Berdiri Pertama Kali di Indonesia ?

Koperasi Pertama Kali Didirikan

Koperasi tentunya bukan lagi kata asing yang didengar , utamanya masyarakat Indonesia . koperasi sudah puuhan tahun menjadi organisasi yang bergerak dalam membantu menggerakkan ekonomi masyarakat dengan azas kekeluargaannya.
Di Indonesia , Koperasi pertama kali didirikan di Leuwiliang pada tahun 1895 oleh Raden Ngabei Ariawiriaatmadja, Patih Purwokerto,dkk.

Koperasi yang didirikan pertama kali ini adalah koperasi dengan jenis koperasi Simpan Pinjam dengan tujuan membantu pegawai negeri Indonesia lepas dari cengkeraman pelepas uang . Selanjutnya dikembangkan lebih lanjut oleh De Wolf Van Westerrode asisten Residen Wilayah Purwokerto di Banyumas. Boedi Oetomo yang didirikan pada tahun 1908 menganjurkan berdirinya koperasi untuk keperluan rumah tangga.

Namun dalam pendirian koperasi yang dibentuk oleh Budi Utomo maupun SDI tidaklah berjalan mulus seperti sekarang ini, banyak haling dan rintangan yang mereka hadapi, hal ini dikarenakan lemahnya pengetahuan perkoperasian, pengalaman berusaha, kejujuran dan kurangnya penelitian tentang bentuk koperasi yang cocok diterapkan di Indonesia.

Juga diperkeruh dengan adanya niat pemerintah kolonial belanda untuk memecah belah persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia, penjajahan yang merekka lakukan bukan hanya pada bidang politik saja, tapi kesemua bidang termasuk perkoperasian. Hal ini terbukti dengan adanya undang-undang koperasi pada tahun 1915, yang disebut “Verordening op de Cooperative Vereenigingen” yakni undang-undang tentang perkumpulan koperasi yang berlaku untuk segala bangsa, jadi bukan khusus untuk Indonesia saja. Undang-undang koperasi tersebut sama dengan undang-undang koperasi di Nederland pada tahun 1876 (kemudian diubah pada tahun 1925), dengan perubahan ini maka peraturan koperasi di indonesia juga diubah menjadi peraturan koperasi tahun 1933 LN no.108.

Di samping itu pada tahun 1927 di Indonesia juga mengeluarkan undang-undang no.23 tentang peraturan-peraturan koperasi, namun pemerintah belanda tidak mencabut undang-undang tersebut, sehingga terjadi dualisme dalam bidang pembinaan perkoperasian di Indonesia.karena kegigihan dan keuletan penggagas-penggagas koperasi disertai dukungan masyarakat sehingga koperasi dapat berkembang pesat hingga saat ini dan menjadi penggerak ekonomi rakyat.

Redaktur

Perkenalkan saya Koordinator Redaktur Kopma Media. Jika ada pertanyaan dan saran mengenai website ini silahkan hubungi saya melalui kontak dibawah.

Read Previous

Untuk Apa Saja SHU Koperasi ?

Read Next

Diklat Dasar Jurnalistik (DDJ) 2019